Rabu, 08 Juli 2015

Tabung Gas Elpiji

Mengetahui Kadaluwarsa Tabung Gas

Bahan bakar berbentuk gas atau lebih dikenal dengan sebutan elpiji (LPG - Liquified Petroleum Gas) yang diproduksi Pertamina terbuat dari propane dan butane. Gas ini tidak mempunyai warna dan bau sehingga bila terjadi kebocoran, tidak mudah diketahui. Untuk menghindari hal ini, Pertamina memberi bau yang khas.

Untuk mencegah kebocoran, tabung gas harus dalam kondisi baik. Setiap 5 tahun sekali, tabung gas tersebut harus melewati uji ulang dan dicat ulang untuk mencegah karat.

Untuk mengetahui kapan sebuah tabung harus melewati uji ulang atau sudah berusia 20 tahun sehingga tidak dapat digunakan lagi, maka setiap tabung diberi keterangan.
Ada 2 keterangan yang dicantumkan pada dinding tabung, yaitu keterangan yang dicetak (emboss) pada dinding tabung dan dicat pada dinding tabung.
Keterangan yang dicetak merupakan keterangan pembuatan tabung. Disitu juga tercantum berat kosong tabung.
Dari tanggal pembuatan tabung itu bisa dihitung, 20 tahun sejak tanggal yang tertera tersebut berarti tabung tidak boleh dipakai lagi.

Jumat, 16 Agustus 2013

Regulator LPG




Pigtail POL utk 50 kg


Sebaiknya masyarakat yang sudah menggunakan selang dan regulator elpiji berusia lebih dari satu tahun segera diganti.

Regulator LPG

Regulator gas adalah alat untuk mengatur dan mengendalikan tekanan kerja gas sehingga dapat memberikan besaran yang hendak dipakai. Pada regulator terdapat dua buah alat pengukur tekanan yang disebut manometer.
Dua buah manometer yang terdapat pada regolator berfungsi untuk:
1)      mengukur tekanan isi tabung gas (Inlet Regulator)
2)      mengukur output tekanan kerja (Outlet Regulator)

Regulator LPG ada 2 jenis yaitu :
1. Regulator Tekanan Tinggi : untuk oven besar, untuk kompor besar, atau untuk beberapa type water heater (pemanas air untuk mandi).
Ciri regulator Tekanan Tinggi : ada knop putar pegatur tekanan pada bagian atas membran regulator yang bisa mengatur besar kecilnya gas yang keluar.
2. Regulator Tekanan Rendah : dipakai untuk hampir semua jenis dan merk kompor gas yang di pakai ibu-ibu rumah tangga.

Regulator yang memiliki register SNI, yang murah maupun mahal, dasarnya baik dan bisa dipakai dengan aman.

Yang membedakan adalah ketahanannya, regulator itu tetap dalam kondisi baik ditentukan oleh kualitasnya dan penggunaannya.

Untuk pemakaian regulator yang harga 80ribu, tetapi jarang memasak atau mengganti tabung lpg, berhati-hati dan dengan lembut memperlakukan regulator itu dalam pemasangannya ke tabung, tentu regulator anda tidak akan cepat rusak dibandingkan pihak lain yang memakai regulator yang ratusan ribu tapi cara pemakaian kasar, tdk pernah dirawat dan full time untuk masak (resto, catering yang setiap hari harus ganti tabung).

Regulator SNI bertekanan rendah untuk kebutuhan rumah tangga biasanya sudah dirancang untuk menutup secara otomatis ketika ada kebocoran (ketika ada gas keluar dari regulator yang melebihi toleransi gas yang diperbolehkan keluar).

Yang perlu anda ketahui secara umum sistem otomatis regulator lpg dibuat dengan meletakkan sebuah butiran logam (yang ukurannya sdh disesuaikan) di ujung regulator (arah keluarnya gas).

Bila logam tersebut tidak bisa bergerak leluasa untuk menutup atau membuka karena ada kotoran bisa karena karat atau gumpalan debu atau minyak yang melekat di dalam ujung regulator tersebut, cara mengatasi adalah bersihkan kotoran tersebut atau tepuk tepuk ujung regulator agar sebutir logam itu kembali keposisi semula.

Jangan membuang butiran logam itu karena akan membuat regulator tidak otomatis lagi.

Maka regulator dengan kualitas baik akan mengurangi kemungkinan timbulnya problem tersebut, bisa dengan meningkatkan kualitas bahan dan rancangan regulatornya.

Tips memilih Regulator :

1. harga, kualitas bagus umumnya harganya tidak murahan

2. Beratnya, berat regulator menunjukkan kualitas bahan pembuatannya, dimana semakin berat semakin bagus. Tentu pertimbangkan juga ukuran regulatornya. Regulator yang dibuat dari bahan yang berkualitas tentunya tidak mudah aus dalam penguncian dan pemasangan.

3. Layanan purna jualnya. biasanya barang bagus punya garansi produk atau servis dan tidak mempersulit layanan bila ada komplain.

Senin, 22 Juli 2013

TANKI ELPIJI - BULK LPG PERTAMINA

Untuk kebutuhan Pengelola Mall, Hotel dan Resto besar, kami juga menyediakan LPG Tanki / Bulk LPG kapasitas minimal 3 ton.
Hubungi kami di 08176506451 / 08176506451.




Sabtu, 15 Juni 2013

Tabung Elpiji Premium Pertamina

Tabung Premium.
PT Pertamina (Persero) telah meluncurkan dua produk elpiji non subsidi baru yaitu elpiji ukuran 9 kilogram dan 14 Kg. Dua produk baru ini merupakan jenis yang 'premium' karena harganya lebih mahal, namun dengan jaminan pelayanan yang lebih optimal.
  http://images.detik.com/content/2010/08/30/461/Tabung-Elpiji1.jpg
Tabung elpiji ini memiliki dua katup pengamanan di bagian atas dan bawah.
 
sumber : http://finance.detik.com/readfoto/2010/08/30/160235/1431285/461/2/tabung-elpiji-premium-pertamina 

Minggu, 21 April 2013

Pertamina Tunda Kenaikan LPG 12 KG

sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/13/04/21/mlm0uj-pertamina-tunda-kenaikan-lpg-12-kg
Minggu, 21 April 2013, 21:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rencana Pertamina (Persero) menaikkan LPG 12 kilogram mulai Senin (22/4) ditunda. Meski murni merupakan aksi korporasi, campur tangan pemerintah menjadi penyebab.

"Kami mendapatkan kabar pemerintah melalui menteri ESDM. Pemerintah meminta Pertamina umtuk menunda rencana perubahan sistem distribusi LPG 12 kg yang berdampak pada harga LPG 12 kg," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir kepada Republika di Jakarta, Ahad (21/4) malam.

Pertamina menunda kembali langkah ini sampai batas yang tak ditentukan. Padahal, ketika Pertamina melakukan langkah ini, perseroan dipastikan bisa menekan kerugian dari bisnis LPG 12 kg hingga Rp 400 miliar dari total Rp 5 triliun.

Sebelumnya, harga gas LPG Pertamina akan naik ke level agen sebesar Rp 12 hingga 20 ribu per tabung. Kenaikan terjadi karena perubahan pola distribusi di mana biaya pengisian dan biaya transportasi kini ditanggung agen, setelah selama ini dibebankan pada Pertamina.

Harga Elpiji 12 Kg Naik mulai Senin, 22 April 2013

Harga Elpiji 12 Kg Naik

sumber : http://www.solopos.com/2013/04/21/awas-harga-elpiji-12-kg-naik-mulai-besok-398992

JAKARTA – Mulai Senin (22/4/2013), harga gas LPG tabung 12 kg akan mengalami kenaikan sekitar Rp12.000-Rp.20.000 per tabung.

Vice President Corporate Communiaction PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan mulai 22 April 2013, Pertamina mengubah pola distribusi LPG 12 kg. Selama ini, biaya pengisisan dan transportasi dibebankan kepada Pertamina. Namun, dalam pola distribisi yang baru, biaya pengisian dan transportasi dibebankan kepada agen.
“Ini murni aksi korporasi perusahaan kami, soalnya kan selama ini kami rugi terus dari ini,” katanya ketika dihubungi Bisnis.com melalui telepon, Minggu (21/4/2013). Adapun kenaikan harganya per tabung berkisar antara Rp12.000 hingga Rp 20.000 per tabung, bergantung pada jarak. Selama ini, harga LPG 12 kg dijual Pertamina dengan harga Rp 70.200 per tabung ke agen. Harga gas per kilogramnya dipatok Rp 5.850 per kg meski keekonomian Rp 12.500 per kg. Bila pola distribusi diubah, untuk daerah yang lokasinya normal, misalnya 30 km, maka paling tidak biaya transportasinya sekitar Rp12.000 sehingga harga LPG per tabung sekitar Rp82.000. Namun, bila lokasinya jauh, harga LPG 12 kg bisa mencapai Rp91.000. “Itu kalau jaraknya 500 km-an,” tambahnya.

Dengan kenaikan ini, Pertamina berharap bisa menekan kerugian hingga Rp440 miliar. Hal ini bila kenaikan dihitung sejak 22 April 2013.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai, kenaikan harga LPG 12 kg belum tepat dilakukan saat ini. Menurutnya, Pertamina memang mempunyai kewenangan menaikkan harga LPG 12 kg yang merupakan barang nonsubsidi. Namun, pemerintah harus memberikan pandangan atas rencana itu. “Dan saat ini belum tepat,” katanya.

Berdasarkan data Pertamina, harga LPG 12 kg hanya mengalami kenaikan sebanyak tiga kali pada periode 2005-2012, yakni pada Juli 2008, dari Rp4.250 per Kg menjadi Rp5.250 per Kg, Agustus 2009 naik lagi menjadi Rp5.750 per Kg dan Oktober 2009 naik menjadi Rp5.850 per Kg.
Sementara sejak 2008-2012 biaya produksi LPG 12 Kg terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Ali mengatakan, dengan perkiraan trend harga CP Aramco yang selalu meningkat, apabila tidak dilakukan penyesuaian harga diperkirakan kerugian Pertamina akan semakin tinggi di tahun-tahun mendatang.

Sejak 2009, Pertamina mengalami kerugian hingga Rp16 triliun. Adapun tahun ini, diperkirakan Pertamina akan merugi hingga Rp5 triliun akibat subsidi gas LPG 12 kg.

Kamis, 18 April 2013

Jenis - jenis Gas

Jenis-jenis gas :

1. LNG atau Liquefied Natural Gas

adalah gas alam cair yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat, untuk kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160°Celcius.



CNG atau Compressed Natural
http://greenkraftinc.com/assets/images/cng-diagram.png
adalah gas alam terkompresi sebagai alternatif bahan bakar. Di Indonesia CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG), yang lebih bersih dibandingkan bensin atau solar, karena emisi gas buangnya ramah
lingkungan.


LNG  dan CNG  sama-sama gas alam, bedanya LNG dalam bentuk cair, CNG gas alam
terkompresi.

2. LPG atau Liquefied Petroleum Gas


merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak atau kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propane (C3H8) dan butane (C4H10) yang dicairkan. ELPIJI adalah merk dagang LPG yang dipasarkan oleh Pertamina untuk masyarakat Indonesia sebagai kebutuhan atau penggunaan bahan bakar. Masyarakat Indonesia umumnya menyebut LPG sebagai ELPIJI.





LGV atau Liquified Gas for Vehicle sering disebut Vi-Gas,
merupakan bahan bakar gas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor yang menggunakan spark ignition engine terdiri dari campuran propane (C3) dan butane (C4). Bahan bakar ini sudah banyak digunakan oleh kendaraan umum seperti taksi dan angkutan kota, maupun kendaraan  umum.

 HEMAT ENERGI ya…
Sumber : Majalah Energi Pertamina Edisi 40 Halaman 12